YUDI YUDOYOKO: Aku adalah Bumi (dan seri lainnya)

27 Januari - 19 Februari 2012  

Tempat: Ruang B dan Ruang Sayap

Kurator: Agung Hujatnikajennong

Pembukaan: Jumat, 27 Januari pukul 19.00 di Amphiteater

Pembukaan pameran menampilkan performans musikal khusus oleh Agus Suwage and friends

Artist talk: Minggu, 29 Januari, pukul 15.00 di Bale Handap
 

Sungai Kering 

Selasar Sunaryo Art Space mempersembahkan YUDI YUDOYOKO, sebuah pameran yang menampilkan rangkaian karya Yudi Yudoyoko dalam dua dekade terakhir. Yudi Yudoyoko (lahir di Bandung, 1963) adalah seniman Indonesia yang menetap di dua kota, Montevideo, (Uruguay) dan Buenos Aires (Argentina), sejak 2003. Pada awal dekade 1990-an Yudi merupakan salah seorang seniman perintis praktik seni eksperimental di Bandung dengan medium performans, instalasi dan gambar. Selama dua dekade kekaryaannya terus-menerus mengalami evolusi—seringkali ditandai dengan perubahan, pendobrakan dan lompatan artistik radikal—yang mengiringi perjalanan hidup, pemikiran dan penolakannya terhadap kemapanan.

Pameran ini terbagi ke dalam dua bagian. Yang pertama menampilkan karya-karya cetak digital dan mural terbaru Yudi bertajuk Aku adalah Bumi, yang merupakan seri karya terbaru yang ia kerjakan selama masa tinggalnya di Uruguay. Karya-karya ini merefleksikan pandangan kosmologis Yudi tentang kehidupan manusia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari alam: flora, fauna, tanah dan segenap isi bumi.

Read more...
 
Afternoon Tea #11

Sesuatu Tentang [Arsitektur] Surealisme

Waktu : Sabtu, 28 Januari 2012, pukul 15.00 - 18.00 WIB.
Tempat: Bale Handap, Selasar Sunaryo Art Space

 

 

Pustaka Selasar bekerjasama dengan SAGI Architects dengan hormat mengundang anda untuk menghadiri:


Surealisme telah merambah tidak hanya sastra dan seni rupa, tetapi juga bidang desain lainnya, seperti: teater, interior, fashion, film, arsitektur, dan periklanan. Dan terlepas dari banyaknya anggapan kontroversial mengenainya - seperti pertanyaan apakah arsitektur yang berhakikat fungsional dapat disurealkan – pada prinsipnya, surealisme memandang serta menyolusikan suatu isu dengan perspektif berbeda. Perbedaan didetail dengan mengeksplorasi probabilitas bervariasi tentang pola pikir mendasar, terutama hubungan senses ‘alam bawah sadar’ manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pendetailan potensi tersebut menawarkan “kebaruan” yang terkadang mendahului zamannya, namun semangatnya secara tidak langsung justru banyak mempengaruhi perkembangan budaya kreatif kontemporer sejak awal abad 20.

Read more...