15.jpg

Membaca Lingkungan Menyingkap Ekokritisme

25 Maret 2017
15.00 – 18.00 WIB

Bale Tonggoh,
Selasar Sunaryo Art Space

Seri Diskusi Afternoon Tea #36

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) bekerjasama dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, dengan bangga mempersembahkan Seri Diskusi Afternoon Tea #36: Membaca Lingkungan Menyingkap Ekokritikisme bersama Dr. FX. Widaryanto sebagai pembicara.

"Nama Sardono W. Kusumo jelas tidak asing bagi dunia seni pertunjukan Indonesia. Namun, apa yang dilakukan sang maestro tari ini malah terke-san “asing”, terutama bagi mereka yang awam dengan tawaran wacana ideosinkratik dari karya-karyanya. Selain itu, membaca Sardono menjadi pekerjaan sulit, terutama bagi mereka yang tak akrab dengan tema ekokritikisme."

Sang empu tari Indonesia ini sudah bertahun-tahun melanglang-buana menyusuri relung-relung terujung Nusantara sembari mencoba menggali kekayaan local genius setempat dalam hal olah tubuh sebagai causa prima (titik pangkal) dari kesadaran akan alam dan lingkungan. Kekaryaan ko-losal Sardono selama beberapa dekade itu mutlak menuntut jembatan interpretasi yang lugas. Terlebih, kehancuran lingkungan yang makin santer terjadi di negeri kita membawa gugatan artistik Sardono ke wilayah yang lebih jauh: mencegah kerusakan alam yang lebih berat dan mengembalikan keagungannya seperti sedia kala. Disertasi doktoral F.X. Widaryanto mengisi kekosongan alur pewacanaan terhadap kekaryaan Sardono. Disertasi ini mengulas sang maestro secara tangkas. Pun mampu menerjemahkan pembacaan karya-karya Sardono dalam bahasa yang bebas dari kekakuan jargon namun kuat dan mendalam dari struktur pewacanaan.

Dr. F.X. Widaryanto, S.S.T., M.A.

Lahir 1950, aktif mengajar di Program Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Lembaga Pengembangan Humaniora Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta dengan predikat cum laude. Mendirikan studio tari ARDHANARI tahun 1979 bersama Maria Darmaningsih. Tahun 1980-1981 menjadi Visiting Artist di University of Michigan dan Uni-versity of Wisconsin. Tahun 1994, didukung Japan Foundation melakukan survei pertun-jukan di Jepang, serta melakukan pementasan keliling Taiwan bersama Sal Murgiyanto Dance Troupe di tahun 1995. Beberapa kali mengisi posisi Visiting Associate Professor di Ann Arbor (1994, 2010-2011) dan berpartisipasi dalam simposium bertajuk “Islam and the Performing Arts”. Selain aktif menulis jurnal dan buku tentang kajian seni pertunjukan, beliau juga aktif sebagai anggota Dewan Penyunting Jurnal Seni dan Budaya “Panggung” yang sudah terakreditasi.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Adytria Negara

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

+62 851-9500-4505

Mardohar B.B. Simanjuntak

Lahir 1977, Mardohar B.B. Simanjuntak adalah dosen estetika di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung. Selain aktif mengajar dan meneliti di universitas, juga menjadi pegiat fotografi independen dan menjadi pembicara di forum seperti Seminar Estetik “Larut” yang diadakan oleh Galeri Nasional Indonesia, moderator di berbagai forum kebudayaan, menulis buku tentang estetika, filsafat dan politik, dan turut pula berpartisipasi dalam pameran kelompok yang diadakan di Bandung.