01.jpg

Menggugat Indonesia bersama Remy Sylado

27 Januari 2017

Amphitheater & Bale Tonggoh,
Selasar Sunaryo Art Space

Mimbar Selasar 2017
07.jpg

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) mempersembahkan program publik perdana di 2017: “Mimbar Selasar: Menggugat Indonesia bersama Remy Sylado”. SSAS menginisiasi “Mimbar Selasar”, forum pencerahan publik yang dikelola oleh SSAS untuk menangkap persoalan-persoalan inti yang dihadapi bangsa ini dan untuk mendapatkan terobosan-terobosan inspiratif baru melalui perspektif kebudayaan bagi perjalanan peradaban Indonesia menuju masa depan. Pembicara yang diundang adalah tokoh-tokoh yang dikenal mumpuni di bidangnya dan memiliki visi baru yang berguna bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

"Pasca reformasi 1998, Indonesia mengalami demikian banyak perubahan. Peluang dalam banyak bidang mendadak tebruka bagi setiap orang. Lalu lintas informasi kian bebas tanpa batas. Namun ternyata situasi semacam itu tak selalu sungguh membebaskan, tak sepenuhnya menumbuhkan."

Kini kehidupan Indonesia justru diwarnai demikian banyak kontradiksi, absurditas dan kekonyolan. Mimbar Selasar edisi perdana ini bermaksud mencari pencerahan berkaitan dengan keadaan di atas. Pertanyaan mendasarnya adalah pada taraf lebih dalam: Apakah yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini? Bila dilihat dari sejarah berbagai peradaban di dunia, Potensi destruktif dan konstruktif apa yang tersembunyi dan perlu diwaspadai oleh bangsa ini guna menuju masa depan yang lebih baik?
07.jpg

Remy Sylado

Yapi Tambayong adalah wartawan penerima Tirto Adhi Soerjo Award (2008) dan Kartu Pers Nomor Satu, Press Card Number One (2010). Selain menulis esai, artikel, reportase, feature, kolom dan kritik seni di media, ia menulis puisi, novel dan drama. Di luar menulis, ia mencipta lagu dan menyanyikannya dalam rekaman, juga aktor di sejumlah film dan sinetron, sutradara dalam teaternya sendiri, serta melukis dan berpameran. Untuk kegiatannya yang banyak itu ia menggunakan banyak pula nama samaran, antara lain Juliana C. Panda, Dova Zila, Alif Danya Munsi, Remy Sylado.

Karya-karya tulisnya sudah diterjemahkan di Jerman, Jepang, Belanda, Australia dan Amerika. Secara khusus ia belajar senirupa di Akademi Kesenian Surakarta, teater di Akademi Teater Nasional, dan teologi di seminari.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997