01.jpg

Dialog Sejarah dalam Karya

30 September 2020

Melalui kanal Zoom

Webinar PSP UNPAR x SSAS #01
07.jpg

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan seni dan budaya visual kontemporer di Indonesia, terutama di Bandung. Program utama kami berupa eksibisi seni rupa kontemporer, namun di samping itu kami juga terus berupaya mewadahi forum-forum seni-budaya berkualitas untuk edukasi publik, salah satunya melalui program seri diskusi yang bekerjasama dengan beragam lembaga pendidikan, salah satunya adalah LPPM UNPAR. Tahun ini adalah tahun pertama kerjasama kami dengan Pusat Studi Pancasila UNPAR, merespon kondisi pandemi kini, banyak pula pameran maupun diskusi kami yang dialihkan dari program luring menjadi daring.

"Sebagai usaha kami untuk terus memperluas jangkauan program-program edukasi multidisiplin, tahun ini kami berencana untuk melaksanakan seri seminar daring (webinar), Pembahasan topik-topik kesenian yang dekat dengan visi dan misi SSAS akan dikolaborasikan dengan prinsip-prinsip kesejarahan dan nasionalisme yang diteliti oleh lembaga kolaborator bersangkutan. Berdasarkan hal tersebut, dalam webinar mendatang kami akan mengangkat perupa muda dan narasi sejarah Indonesia dalam karya-karya mereka."


Dalam konteks ideologi yang berlaku di masyarakat Indonesia kini, posisi seni (mengutip Noël Carroll) diibaratkan sebagai pedang bermata ganda, teruntuk kritik atau pun glorifikasi. Peran para perupa dari generasi muda pun kesannya menjadi sangat cair – karena mereka bisa memainkan peran tersebut ke segala arah. Kami mengundang Maharani Mancanagara dan Patriot Mukminuntuk berbicara mengenai narasi sejarah dan pengamatan mereka dalam proses kekaryaan seni rupa. Diskusi ini juga menghadirkan Mardohar B. B. Simanjuntak sebagai moderator.
07.jpg

Maharani Mancanagara

Lahir pada tahun 1990, Maharani adalah seniman Indonesia yang berdomisili di Bandung. Dia bekerja dalam media gambar, media campuran, dan instalasi. Karya-karyanya mengeksplorasi sejarah Indonesia, memperoleh identitas tersebut dalam pendekatan artistiknya — sembari menghubungkan historiografi kejadian masa lalu dengan masa kontemporer. Merujuk pada penggunaan kayu yang konsisten sebagai medium pilihannya, Rani merangkum semua sejarah tertulis dan lisan ke dalam keahliannya yang luar biasa dalam mengilustrasikan. Karya-karyanya membimbing kita dalam narasinya tentang periode yang berbeda.

Patriot Mukmin

Lahir pada tahun 1987 di Tangerang, dan lulus dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010. Ia mahir dalam membuat karya seni ilusi optik. Pada tahun 2014, Mukmin mulai menggunakan peristiwa sejarah Indonesia sebagai acuan karyanya yang telah dipamerkan di beberapa kota seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Singapura, KL, Melbourne dan Seoul. Ia menerima beberapa penghargaan seperti First Prize Bazaar Art Award 2011 dan menjadi salah satu finalis Bandung Contemporary Art Award 2012 dan Indonesia Art Award 2015. Ia juga terpilih sebagai salah satu seniman yang menyumbangkan karya komisinya di Museum Kepresidenan Balai Kirti di Istana Bogor yang diluncurkan pada Oktober 2014.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997