01.jpg

Beragama dengan Santai

20 September 2019

Amphitheater,
Selasar Sunaryo Art Space

Mimbar Selasar 2019
07.jpg

Mimbar Selasar 2019 menggagas sebuah paket kuliah umum yang secara terbuka menyoroti persoalan di atas, menghadirkan dua pembicara, yaitu Sakdiyah Ma’ruf dan Yenny Wahid. Kedua tokoh ini diharapkan mampu menghadirkan suara yang jernih, argumen yang mendalam, refleksi yang kritis dan tanpa bias SARA ataupun gender, demi menyemai harapan tentang masyarakat yang makin terpelajar dan toleran di tengah keberagaman.

"Selama setidaknya lima tahun terakhir kita dihadapkan pada hiruk-pikuk kehidupan beragama yang jauh dari nyaman: radikalisme, ujaran kebencian, fitnah, berita-berita dusta, hingga eskalasi fundamentalisme dan euforia penegakan agama."
Terutama ketika hal itu dimanfaatkan sebagai komoditas politik menjelang Pemilu dan Pilkada, isu agama semakin jelas didistorsi dan dimanipulasi, sehingga hiruk-pikuk itu menjadi semakin liar, nekad dan menakutkan. Tak heran bila mereka yang masih berakal sehat lantas khawatir bahwa kehidupan beragama yang semacam itu akan merusak kehidupan berbangsa yang telah lama diperjuangkan bersama, sekaligus juga merusak martabat agama itu sendiri. Karena itu, kita membutuhkan visi tentang kehidupan beragama yang lebih luas, lebih terbuka, tapi juga lebih mendalam dan lebih rileks.
07.jpg

Yenny Zannuba Wahid

Yenny Zannuba Wahid ialah seorang aktivis sosial politik yang fokus untuk mendukung perdamaian dan toleransi dunia. Saat ini, alumni Harvard tersebut cenderung fokus pada komunitas akar rumput dengan memberdayakan perempuan-perempuan yang termarginalisasi melalui Wahid Foundation. Program Sekolah Damai dari Wahid Foundation juga bertujuan untuk melatih pemuda-pemudi menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. Saat ini Yenny menjabat Steering Committee di Paris Peace Forum, yang diinisasi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia juga merupakan salah seorang perintis dari Global Council for Tolerance and Peace yang diinisiasi oleh UEA.

Yenny telah meraih sejumlah penghargaan seperti The Walkley Awards (penghargaan tertinggi bidang jurnalisme di Australia), Women of Peace Award dari Soka Gakkai, Tokoh Perubahan 2019 dari Republika Media Group, Young Global Leader dari World Economic Forum, Ambassador of Peace dari Universal Peace Federation, Pendekar Anak dari Unicef, dan Most Promising Woman oleh Indonesia Tattler.

Sakdiyah Ma’ruf

Sakdiyah Ma’ruf adalah salah satu pionir komika perempuan muslim Indonesia. Selain itu ia juga seorang pembicara dan aktivis. Melalui humor, ia mendukung perdamaian, dialog, hak-hak perempuan, serta melawan isu-isu kekerasan terhadap perempuan, radikalisme, rasisme, seksisme, dan diskriminasi.

Sakdiyah meraih gelar Master dalam bidang American Studies dan karya-karyanya telah menerima pengakuan internasional seperti Vaclav Havel International Prize for Creative Dissent 2015 dan BBC 100 Women 2018. Ia telah tampil di Indonesia, Eropa, Australia, dan Timur Tengah. Selain standup comedy, Sakdiyah Ma’ruf juga bekerja sebagai penerjemah konferensi, pembawa acara, moderator, dan fasilitator di berbagai acara. Ia telah tampil dalam berbagai forum nasional dan internasional sebagai performer, narasumber, atau pembawa acara. Sakdiyah akan segera meluncurkan program khusus tur standup comedy perempuan pertama di Indonesia.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997