Berani Melukis

9 April –
23 Mei 2021

Bale Tonggoh,
Selasar Sunaryo Art Space

Pameran Karya Anak-anak
Koleksi Selasar Sunaryo Art Space
07.jpg

Bagi Selasar Sunaryo Art Space, anak-anak adalah segmen publik yang khusus dan unik. Anak-anak punya kemampuan artistik yang alamiah, terutama dalam hal menggambar. Alih-alih orang dewasa mengajari anak-anak, dalam hal menggambar sebenarnya ada banyak hal bisa dipelajari orang dewasa dari anak-anak. Dalam sejarah seni rupa, ada banyak gerakan dan karya yang diinspirasi gambar anak-anak. Selain itu, yang lebih penting adalah, anak-anak merupakan “publik yang tumbuh”. Kali ini, SSAS memamerkan karya-karya anak-anak yang merupakan pilihan dari 2 kegiatan dan menjadi bagian dari koleksi tetap SSAS.

"Pertama, Lomba Gambar Kereta Api Bumel, hasil kemitraan SSAS dengan mainteater. mainteater adalah kelompok teater multikultural yang berkedudukan di Bandung dan Melbourne. Saat itu, digelar pertunjukan teater yang melibatkan anak-anak, dengan naskah karya pengarang Jerman Rainer Hachfeld & Volker Ludwig, selama 3 hari, sejak 18 Juli 2003. Puncaknya, di hari terakhir, 20 Juli 2003, diselenggarakan lomba gambar anak-anak, dengan tema yang selaras dengan pertunjukan teaternya. Dari kegiatan ini kemudian ada 10 karya menjadi koleksi tetap SSAS. Kegiatan kedua adalah Tiga Jam Bersama Pak Raden, 4 Maret 2006. Pak Raden, adalah tokoh dalam sandiwara boneka Si Unyil, diperankan oleh Drs. Suyadi. Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk menggambar bersama sambil mendengarkan dongeng dari Pak Raden. Turut berkontribusi pada kegiatan ini, Mr. Wouter Stips seorang seniman dari Belanda. Terpilih 20 karya dari kegiatan ini, menjadi bagian dari koleksi tetap SSAS."
Anak-anak yang dulu terlibat dalam kegiatan di SSAS, kini berada di rentang usia 20-an tahun, masa dewasa awal. Jika sebagian besar orang di masa kanak-kanaknya terlibat dalam kegiatan seni, lalu di masa dewasa awal mengembangkan kebiasaan memandang karya seni secara teliti dan kritis, maka masa depan cerah terbentang bagi ruang-ruang seperti SSAS. Di atas semua itu, peristiwa memandang karya seni yang menunjukan kelugasan jiwa (seniman) pembuatnya, selalu merupakan pengalaman estetik yang membekas.
Anak-anak, setiap kali menggambar, selalu mengekspresikan dirinya secara lugas, spontan, dan mengalir. Kualitas-kualitas demikian selalu didambakan oleh semua seniman profesional. Memandang karya anak-anak adalah cara untuk menengok kelugasan jiwa — hal penting bagi seniman maupun bukan seniman. Demikian kiranya, kali ini pameran koleksi SSAS digelar demi sebuah penghormatan pada jiwa-jiwa yang lugas.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997