Poetry Slam

Poetry Slam

18 – 19
Februari 2014

Amphitheater,
Selasar Sunaryo Art Space

10 Tahun Seri Puisi Jerman
07.jpg

Poetry Slam adalah kompetisi yang menantang para penyair muda untuk membawakan puisi atau syair ciptaan mereka sendiri secara langsung di hadapan penonton. Gagasan utama Poetry Slam adalah pembacaan puisi dengan cara tampil di panggung dan bersaing dengan penyair lain. Dalam kompetisi ini, penonton bersama dengan juri, yakni Bertold Damshäuser, Agus R. Sarjono, Soni Farid Maulana dan Olin Monteiro (dalam tahap konfirmasi) akan menilai penampilan para poetry slammers (peserta). Para poetry slammers tidak hanya dinilai melalui kualitas lirikal puisi atau syair yang mereka bawakan, melainkan juga jenis presentasi dan penampilan mereka di depan publik.

"Para poetry slammers membawakan puisi yang ditulis sendiri, baik terdiri atas sajak-sajak maupun berbentuk naratif. Selain karya ciptaan sendiri, poetry slammers juga membawakan salah satu karya yang mereka pilih dari “Seri Puisi Jerman”. Mereka dapat membawakan karya-karya tersebut secara bebas, kecuali dilagukan dan tampil dengan menggunakan kostum atau atribut lain."


Poetry Slam
“Seri Puisi Jerman” ialah serangkaian buku puisi dari penyair-penyair penting Jerman yang diterbitkan oleh penyair Indonesia, Agus R. Sarjono yang bekerjasama dengan seorang ahli bahasa Indonesia, Berthold Damshäuser dari Bonn. Sejak 2003 sudah terbit 7 jilid, yakni puisi karya Rainer Maria Rilke, Bertolt Brecht, Paul Celan, Johann Wolfgang von Goethe, Hans Magnus Enzensberger, Friedrich Nietzsche dan Georg Trakl dalam terjemahan bahasa Indonesia. Poetry Slam dimeriahkan oleh pertunjukan musik oleh Devy Ferdianto dan beberapa anggota dari Salamander Big Band.
Poetry Slam akan mengawali perjalanan pembacaan puisi edisi khusus yang berisi sajak-sajak Rainer Maria Rilke: Kedalaman, Terarah Padamu / “Tiefen, dir zugekehrt” ke Jawa, Madura dan Bali. Bekerjasama dengan Selasar Sunaryo Art Space, Poetry Slam diselenggarakan oleh Gothe Institut dalam rangka Memperingati 10 Tahun Kumpulan Puisi “Seri Puisi Jerman”.

Kolaborasi ini makin menggerakkan mereka untuk menjelajahi modus-modus pembauran artistik yang baru sehingga menghasilkan bentuk-bentuk seni yang berbeda di atas panggung. Menurut Rubarb dance & art jika bentuk seni bertumpangtindih, ia akan menjadi sumber inspirasi yang kaya.
Press_Jazzsphere.jpg

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Adytria Negara

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

+62 851-9500-4505