Popo Iskandar

Kucing

TAHUN

MEDIUM

1994

Cat akrilik di atas kanvas

DIMENSI

63 x 58,5 cm

Bicara seni rupa modern Bandung, pada formalisme seni lukisnya, selain genre abstrak, adalah corak abstraksi (bentuk). Popo Iskandar adalah salah satu sosok penting dalam hal corak abstraksi tersebut. Sosok kucing, dikenal luas sebagai kekhasan Popo Iskandar.

Lukisan Kucing (1994) dalam koleksi SSAS ini mewakili penjelajahan bentuk yang bergerak dari mimetik (peniruan pada alam) kepada olah bentuk personal-khas-sang-seniman. Kucing yang tampak, bukan kucing yang kita kenali di alam nyata, melainkan kucing yang telah mengalami penggubahan rupa. Secara bentuk, olah visualnya tetap berangkat dari pemahaman akan anatomi hewan tersebut, namun telah mengalami penggayaan hingga menonjolkan aspek (emosional) tertentu.
Demikian pula dengan pilihan warna, seperti umumnya palet khas para eksponen seni rupa Bandung, warna Popo Iskandar juga “liris”. Kucing ini adalah kucing yang telah ditafsir secara sangat personal oleh sang seniman.