Haryadi Suadi, Radi Arwinda dan Risa Astrini

Kidang Abirupa

TAHUN

MEDIUM

2012

Bordir di atas kanvas

DIMENSI

150 x 140 cm

Karya ini menjadi debut karya kolaborasi Haryadi Suadi, ayah, dan putranya, Radi Arwinda. Haryadi Suadi dikenal sebagai seniman yang konsisten meneladani visualisasi ragam hias Cirebon melalui karya-karya grafis cukil kayunya. Praktik artistik Haryadi tidak hanya melestarikan ragam-ragam hias itu, melainkan juga memelihara nilai-nilai yang disimbolisasikan oleh mereka.

Kidang Abirupa menjadi karya kolaborasi Haryadi Suadi dengan dua anaknya, Radi Arwinda dan Risa Astrini. Ciri khas karya-karya Haryadi Suadi yang sering menampilkan budaya visual tradisi Cirebon muncul kembali dengan kehadiran hewan mitologis Kidang Abirupa. Kidang atau kijang diadaptasi dari kecenderungan kekaryaan Astrini yang acapkali menghadirkan figur rusa.

Sementara itu sentuhan artistik Arwinda muncul dalam pemilihan teknik bordir sebagai aktualisasi nilai-nilai tradisi ke zaman kontemporer.

Karya-karya kolaborasi tiga orang seniman ayah-anak ini menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya menonjolkan kolaborasiyang harmonis, melainkan juga menunjukkan contoh pentingnya pewarisan pengetahuan dan keterampilan (artistik) sebagai syarat pelestarian tradisi.

Cari tahu lebih banyak mengenai pameran duo Haryadi Suadi & Radi Arwinda berjudul Purwa Wiwitan Daksina Wekasan (2012) melalui katalog pameran yang dapat dibaca di Pustaka Selasar.