Haryadi Suadi

Pakuwon (Astrologi Jawa)

TAHUN

MEDIUM

1986

Lukisan di atas kaca

DIMENSI

79 x 59 cm

Haryadi Suadi adalah “penggalan yang berbeda” pada Mazhab Bandung. Jika kita mengacu pada pengertian seni rupa modern sebagai seni yang bercorak penjelajahan individualistik, maka corak ini ada pada karya-karya Haryadi Suadi. Namun di sisi lain, tautan dengan khazanah tradisi jelas tampak pula. Kenapa hal ini perlu dikemukakan, karena salah satu tipikal seni modern adalah keterputusannya pada tradisi. Sementara tradisi merujuk pada komunalitas, seni modern lebih merujuk pada eksplorasi personal-individualistik. Karya-karya Haryadi Suadi menunjukan, dua orientasi ini toh bisa berpadu pada diri seorang perupa.

Karya “Pakuon (Astrologi Jawa)” adalah sebuah lukisan kaca. Pada karya ini, Haryadi Suadi menunjukan dirinya sebagai bagian dari tradisi lukisan kaca Cirebon. Kaca, diolah dengan media cat yang pejal. Para pelukis kaca Cirebon bahkan terbiasa menggunakan enamel. Karena watak medianya, maka gubahan visualnya juga seperti didasarkan pada pola ornamentik tertentu, dalam hal ini, abstraksi figuratif dan ragam hias berupa huruf dan penanggalan.

Sepanjang perjalanan kariernya, Haryadi Suadi menunjukan bahwa kekhasan modern yang individualistik, alih-alih sepenuhnya otonom, merupakan hasil dialektika dengan khazanah visual yang sudah lebih dulu ada sebelumnya (baca: tradisi). Dengan kata lain, tesis tentang ketersambungan antara seni tradisi dengan seni modern, merupakan pergulatan seniman Haryadi Suadi, hingga akhir hayatnya.