Erna Garnasih Pirous

Nuansa Perjalanan

TAHUN

MEDIUM

1991

Cat Akrilik di atas kanvas

DIMENSI

44,5 x 44,5 cm

Pada lukisan karya Erna Garnasih Pirous ini, Anda akan memandang paduan sapuan kuas dengan palet warna yang tampak sangat terkendali. Sepintas, serupa bentang alam. Seperti disiratkan judulnya, “Nuansa Perjalanan”, barangkali demikian: pemandangan yang terlihat dalam sebuah perjalanan, memikat namun sesaat.

Abstraksi pada lukisan ini memang membuat kita tak bisa lagi mengenali objek gambar dengan tegas. Tidak ada yang mirip benar dengan kenyataan, semua berupa kesan. Sebagai gantinya, kita dapat menikmati olahan dari unsur-unsur rupa. Komposisi, pilihan warna, watak sapuan kuas, barik, dan di atas semua itu, yang paling kuat adalah renjana (rasa hati yang kuat).

Ketiadaan imba (sosok yang bisa dikenali) mengantarkan kita pada hal lain yang lebih substansial. Sanento Yuliman mengajukan istilah “greget”, diadopsi dari bahasa Kawi, yakni “… berhubungan dengan sifat unsur-unsur rupa dan hubungan antara mereka di dalam gambar, yang kita tanggapi sebagai bertenaga atau berdaya hidup”.

Lukisan Erna Garnasih Pirous menunjukkan pergeseran masalah olah rupa dari ihwal imba-mengimba, jadi ihwal greget, suasana, dan renjana.

Cari tahu lebih banyak tentang Erna G. Pirous dan karyanya. Katalog pameran tunggalnya berjudul Pameran Seni Rupa Lukisan dan Gambar: Erna Pirous, Bagai Bunga Raya Dia Mekar Setiap Hari, di Serambi Pirous (2017) dapat dibaca di Pustaka Selasar.