Arin Sunaryo

Disputing Ego

TAHUN

MEDIUM

1999

Kolase, cat akrilik, arang dan kertas di atas kanvas

DIMENSI

199 x 169 cm

Lukisan Arin Dwihartanto menampakkan sosok-sosok terabstraksi, tak terlalu mudah mengenalinya. Entah manusia, entah hewan, mungkin juga monster. Kita masih bisa mengenali mulut. Ada banyak mulut menganga, dengan gerigi tajam. Atau mungkin rangkaian tanduk runcing di tubuh.

Abstraksi bentuk membuat sosok dan latar, di beberapa bagian juga lebur. Di samping soal bentuk, paduan warna juga memunculkan kesan sosok-sosok yang “timbul-tenggelam”. Selain tak jelas benar sosok-sosok itu, kehadirannya juga kabur, antara pejal dan lebur. Kita seperti sedang berhadapan dengan entitas yang tak mudah dibaca.

Pada bidang kiri bawah, muncul kolase. Kolase berupa potongan teks. Barangkali hal ini memunculkan aspek kognitif dari sosok-sosok misterius itu? Kognitif, atau dengan kata lain, diskursus, dari apa yang barangkali dibayangkan sebagai “ego”--seperti tersirat dari judul karya?

Tak mudah dibaca, sekaligus diskursif, serupa itu, ego, demikian pula seni.

Cari tahu lebih banyak tentang Arin Sunaryo dan karyanya. Katalog pameran tunggalnya berjudul after taste (2017) dapat dibaca di Pustaka Selasar.