Ngindeuw

31 Januari –
1 Maret 2020

Bale Tonggoh,
Selasar Sunaryo Art Space

Pameran Tunggal Arya Sudrajat
07.jpg

Arya Sudrajat nampaknya adalah seniman yang gemar mengamati sekelilingnya. Gagasan dan ide berkarya justru ia jemput dengan ke luar studio dan mengamat-amati apa yang ada di sekitarnya. Lingkungan di Jelekong adalah ruang amatannya, tempat gagasan dan ide ia “pungut”.

"Sejak terlibat dalam proses residensi dalam program Transit #4 di Selasar Sunaryo dua tahun lalu, Arya tertarik pada satu objek yang ia temukan di lingkungan sekitar rumahnya, dan itu adalah kaleng. Sejak itu kaleng hadir dalam karya-karyanya, dan sejak itupula lukisan menjadi medium tempat Arya mengakrabi kaleng sebagai gagasan sekaligus objek berkarya."
Kini, dua tahun berlalu setelah itu Arya terus berproses dengan karyanya. Ada yang berkembang serta bergeser. Dari teknik, komposisi, serta sudut pandang dalam lukisan, dari lukisan hingga menjadi objek dan nampaknya juga caranya mengakrabi kaleng. Bergeser fokus dari melukis ke membuat objek, dengan begitu sekaligus menggeser perlakuannya pada kaleng. Tidak lagi hanya menjadi objek pengamatan yang diamati-amati dan dihadirkan kembali dalam citra, kini kaleng justru hadir sebagai medium dan perkara itu sendiri.
Bagi Arya sendiri proyek solonya kali ini selain sebagai ruang untuk menunjukkan proses pengembangan dalam karyanya, lain dari itu adalah ruang untuk memulai proses pergeseran dalam karyanya. Maka dalam proyek kali ini, karya yang tampil tidak hanya berupa lukisan, tetapi juga objek. Tidak hanya dua dimensi, tetapi juga tiga dimensi.
Di dalam proyek solonya kali ini, Arya menghadirkan keseharian pada kita. Kaleng bekas adalah benda yang mudah kita temui dalam keseharian. Namun, pada benda itu barangkali ada hal-hal yang jarang kita maknai atau nikmati: sebutlah itu “nilai estetis” pada kaleng-kaleng bekas. Nilai inilah yang dalam proyek solonya kali ini, Arya “pungut” dari keseharian, dari tempat pengumpulan dan pengolahan kaleng bekas. Dan nilai ini pula yang ia berikan pada benda-benda tersebut sebagai nilai yang baru, setelah mereka kehilangan nilai utamanya dalam keseharian; yaitu nilai fungsionalnya.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997