Mountain Pass:
Negotiating Ambivalence

18 Januari –
17 Februari 2019

Ruang B & Ruang Sayap,
Selasar Sunaryo Art Space

Pameran Residensi Zen Teh
07.jpg

Pameran ini merupakan presentasi proyek 2 bulan residensi Zen Teh di Bandung. Karya-karya Teh berbasis fotografi sebagai hasil investigasi interdisipliner terhadap kerja-kerja alam dan perilaku manusia. Sebagai seniman yang tinggal di Singapura, perhatian Teh terfokus pada alam yang telah dipangkas-poles dan direkayasa secara berlebihan demi memenuhi kebutuhan manusia.

"Dalam residensinya di Bandung, Teh melanjutkan proyek Anthropocene yang telah ia mulai sejak 2016 di Singapura. Teh mengumpulkan dan mempelajari batu-batu dan puing-puing sisa konstruksi di beberapa lokasi di Bandung, sebagai representasi pola konsumsi manusia yang berlebihan dalam konteks pembangunan."
Proyek Teh melibatkan kerja lintas disiplin di mana ia berkolaborasi dengan Made Ananta (seniman muda), Hera (penulis-peneliti seni) dan Rinaldi Ikhram (geolog), untuk mengambil pendekatan yang lebih ilmiah untuk menyelidiki jejak-jejak aktivitas eksploitasi manusia atas alam. Sejumlah karya Teh dalam pameran ini menghadirkan batu-batu temuan dengan citraan-citraan fotografis yang tercetak pada beberapa sisi permukaannya. Citraan-citraan itu menampilkan representasi hutan, tanah yang terekskavasi dan lain-lain yang tercetak secara samar dan selaras dengan tekstur dan warna bebatuan tersebut. Citraan-citraan itu menjauhi karakter indeksikalitas dalam fotografi sebagai alat rekam-observasi manusia untuk memperoleh pengetahuan dari alam dan kemudian menguasainya. Kekaryaan Zen menunjukkan kepada kita bahwa manusia tak bisa lagi menekankan egonya terhadap alam demi kepentingannya sendiri secara serta merta, melainkan juga harus melakukan negosiasi-negosiasi baru demi menemukan keseimbangan yang baru pula.
Zen Teh (lahir dan bekerja di Singapura, 1988) adalah seorang seniman dan pendidik yang tertarik kepada hubungan manusia dengan alam. Karya-karyanya telah dipamerkan di banyak pameran bersama maupun tunggal di Singapura antara lain di National Museum of Singapore, Singapore Art Museum dan Art Science Museum. Dia juga memamerkan karya-karyanya di luar negeri, seperti di Thailand, Taiwan dan Cina dan diundang sebagai pembicara tamu di konferensi-konferensi lingkungan regional, contohnya ASEAN Powershift 2016 dan Hanoi Innovation Week 2016 on Sustainability. Teh juga menjadi memenangi 7th France+Singapore Photographics Art Award.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997