kaul

4 Juni – 11 Juli 2021

Ruang Sayap,
Selasar Sunaryo Art Space

Pameran Tunggal Luqi Lukman
Bekerjasama dengan ROH



ROH berdiri pada tahun 2012 dengan visi menyediakan platform kolaborasi bagi seniman-seniman yang melintasi generasi dan dengan berbagai pihak dan lembaga di skala nasional maupun wilayah Asia Pasifik.
07.jpg

Dwipameran “kaul” dan “luang” adalah presentasi tunggal 2 perupa muda Luqi Lukman dan Maruto di Ruang Sayap dan Ruang B Selasar Sunaryo Art Space dari 4 Juni hingga 4 Juli 2021. Kedua pameran merupakan rancangan kegiatan hasil kerjasama ROH dengan Selasar Sunaryo Art Space. Pameran secara bersama-sama dikuratori oleh Yacobus Ari R. (Bandung) dan Alvin Li (Shanghai).

Luqi (l. 1990, Bandung, Indonesia) menempuh pendidikan seni grafis di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Maruto (l. 1992, Bandung, Indonesia) mengambil fokus studi seni grafis juga, di Institut Teknologi Bandung. Keduanya bekerja keluar dan melampauinya, meski ada sebagai latar, corak tutur, serta kerangka acuan sistemik yang bisa kita lihat pada titik-titik perhatian pameran serta karya-karyanya.

Luqi dan Maruto telah bekerja lebih dari setengah tahun ke belakang untuk merancang dan mewujudkan karya-karya dan konsep baru bagi pamerannya masing-masing. Prosesnya paralel, tidak hanya dalam ruang pamer, namun juga pada ruang fisik kerja studio, lingkup relasi, dan dengan dikuratori secara bersama dan bersilang oleh kedua kurator. Dialog yang terbangun berbicara dalam nada alam budaya kita sekarang yang berkeping.

”kaul” dibangun dari kesan-kesan insani Luqi yang bercurah—akan ingatan, melalui benda, yang dijahitnya ke dalam komposisi melalui jejaring garis yang melintasi bahan. Telusur Luqi seperti mengambil alih alur pembubuhan catatan dalam kerja seni grafis, sekaligus jatuhnya bingkai citraan dan gambar sebagai batas dari cara kita membayangkan imaji karya.
Kerja Luqi merangkai bentuk dengan melintasi bahan dalam sifat-sifat dan wujudnya yang mungkin untuk bersambung. Di tengah-tengahnya ada kesan-kesan yang disimpan dan hadir untuk dirundingkan sebagai milik. Mereka adalah rangkaian benda-benda yang terkumpul dan menjadi curahan seiring waktu—baik yang terkumpul dan dibangun dalam momen fokus dan perhatian yang panjang, juga yang singkat. Kerja Luqi menengahi sebuah perundingan di antara kenyataan, cerapan, ingatan, serta perwujudan sikap dan sifat yang menyambung garis-garis narasi insani. Ia adalah sebuah kaul untuk memaknai diri dan dunia-dunia dalam segala kenisbian dan kesamar-samarannya.
Luqi (l. 1990, Bandung, Indonesia) telah berpameran secara internasional dan menampilkan ide-ide dan wujud dari karyanya baik dalam latar kesejarahan seni maupun seni rupa kontemporer yang melembaga dan eksperimental. Pameran-pameran Luqi melingkupi i am able Too ask but Too stupid Too understand di Studio Batur, Bandung, Indonesia (2019); Pseudo Participative di Cemeti Art House, Yogyakarta, Indonesia (2012). Luqi juga akan berpartisipasi dalam proyek pameran di Para Site, Hong Kong, yang dikurasi oleh Alvin Li. Luqi juga turut memamerkan karya pada presentasi ROH Projects Projects di S.E.A. Focus 2020, Singapura.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Christine Toelle

Program Manager

program@selasarsunaryo.com

0813 2000 9997