Selasar Weekend Cinema: CART (2014)

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) dan Korean Cultural Center (KCC) Indonesia mempersembahkan:

Selasar Weekend Cinema 2018:
Perempuan dalam Sinema Korea dalam “CART” (2014)
Drama (Berdasarkan kisah nyata)
Sabtu, 21 April 2018
Sutradara: Boo Ji Young
Durasi: 110′

Pemutaran film akan diikuti dengan diskusi mini bersama Gorivana Ageza (Bahasinema) dan Riyadhus Shalihin.

Cart berkisah tentang Sun-Hee (seorang petugas kasir senior di sebuah supermarket besar) bersama rekan-rekan buruhnya, yang kebanyakan adalah perempuan, saat menghadapi PHK massal. Pada awalnya Sun-Hee adalah seorang buruh teladan meskipun statusnya masih sebagai pegawai temporer. Konflik dalam film ini mulai dibangun saat Sun-Hee dan kawan-kawan diberitahu oleh perusahaan bahwa mereka akan diberhentikan. Film ini secara dramatik menggambarkan perjuangan para buruh perempuan dalam menghadapi tindakan-tindakan eksploitatif perusahaan serta dampaknya terhadap nasib keluarga-keluarga mereka di rumah.

Afternoon Tea #40: Jelang Seni Rupa 4.0

Selasar Sunaryo Art Space dan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan mengundang anda dalam: Seri Diskusi AFTERNOON TEA #40 “Jelang Seni Rupa 4.0”.

Read more

Afternoon Tea #38: ESTETIKA ISLAM

Selasar Sunaryo Art Space bekerja sama dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan mempersembahkan: Seri Diskusi Afternoon Tea #38: ESTETIKA ISLAM.

Read more

Open Registration! Selasar Kids Program 2017

Open Registration! Selasar Kids Program with SemAta Gallery

COME, SEE, and CREATE!

Pada bulan Juli ini, SemAta Gallery dan Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) bekerja sama dalam membuat sebuah program lokakarya untuk mengisi waktu liburan anak.

Read more

Film Caterpillar

CATERPILLAR (18+)

Film ini ber-setting pada akhir 1930an di Jepang. Pada adegan awal Letnan Kurokowa menyiksa dan memperkosa orang-orang Cina saat perang. Kemudian ia kembali ke istrinya dan desanya sebagai pahlawan, berseragam lengkap dengan tiga buah medali di dadanya. Namun, tubuh sang letnan hanya berupa sebuah torso (tanpa lengan dan kaki) ditambah dengan luka bakar yang menutupi separuh wajahnya. Perang juga membuatnya bisu-tuli. Film ini adalah sebuah kritik terhadap nasionalisme militeristik sayap kanan yang memandu Jepang mengokupasi beberapa negara Asia selama Perang Sino-Jepang Kedua dan Perang Dunia II. Film ini membicarakan sejumlah isu seperti kejahatan perang, veteran cacat dan kekerasan terhadap perempuan.

Read more

Pirosmani

SELASAR WEEKEND CINEMA 2017:
SINEMA-SINEMA PILIHAN A.D. PIROUS

Sutradara: Giorgi Shengelaia | Durasi: 125 menit | Tahun: 1969.

Sebuah potret yang lambat, murung dan sunyi tentang seorang pelukis besar Georgia, Niko Pirosmani (1862-1918). Pirosmani adalah seorang pelukis autodidak. Ia menjelajahi kota dan kemudian melukiskannya di atas kanvas. Warga lokal tahu bahwa ia adalah seorang yang jujur namun tak satupun yang memberi perhatian pada lukisan-lukisannya. Pirosmani meninggalkan semua kenyamanan untuk melukis. Ia menukarkan karyanya untuk makanan, minuman dan tempat tidur. Saat sakit parah, Pirosmani menciptakan lukisan terakhirnya dengan penuh daya upaya dan suka cita.

Mencari Saya dalam Sejarah Seni Rupa Saya

Mengakhiri tahun 2012, Bale Tonggoh-Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) menyelenggarakan sebuah pameran yang menarik dengan menampilkan karya-karya Aminudin T.H. Siregar dan R.E. Hartanto. Kedua nama ini penting dalam medan seni rupa Bandung dalam terkhusus pada kegiatan aktivisme seni yang mereka lakukan di akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

Read more