Program
Event
- Title:
- Kisah Wajah
- When:
- 06.11.2009 - 22.11.2009
- Category:
- Programs 2009
Description
Solo Exhibition by Gatot PujiartoNovember 6 - 22, 2009
Opening:
Friday, November 6, 2009 | 7.30 pm
at Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space
Officiated by Syakib Sungkar
Curated by Syariffudin
Artist Talk :
Sunday, November 8, 2009 | 3.00 pm
at Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space
Visage: wajah-wajah lain Gatot Pujiarto
Demikian pada karya-karya yang hadir dalam pameran ini, Gatot Pujiarto memiliki ketertarikan untuk merekam pelbagai kisah dalam wajah orang-orang. Wajah kata Gatot meski terlihat, sering ada yang tersembunyi dan disembuyikan. Ambivalensi antara tampak dan sembunyi, diperlihatkan dan ditutupi, antara komedi dan tragedi, menjadi daya tarik tersendiri baginya. Pameran Kisah Wajah adalah jejak dari upaya Gatot untuk menyaksikan ambivalensi wajah serta menuturkan dalam karya rupanya.
Wajah, baik secara referensial maupun secara metaforik telah banyak mengundang daya tarik bagi para seniman. Ada yang secara khusus melukis potret diri, merekam wajahnya yang tampak muda dan bergairah hingga sampai wajah itu jadi logro dan penuh garis-garis, semua dengan suka cita mereka rekam. Bahkan setiap seniman hampir tak pernah ada yang absen dari melukis wajahnya sendiri.
Gatot menghadirkan figur yang imajinatif adalah sebentuk upaya untuk memberikan kekuatan metaforis. Teknis ini juga yang menyebabkan karyanya tidak tampil halus, manis tertib dan hal ini juga mejadi pembeda dengan para rekan seprofesinya di Malang yang pada umumnya halus, teknis pencitraan yang realistik. Bangunan simbol dalam beberapa karya memang telah lama dikenal dalam masyarakat seperti hitam dan putih untuk baik dan buruk, serta bentuk binatang (KDRT), untuk menunjukkan prilaku manusia yang buas dan brutal serta bentuk kepala buaya (Lelanange Jagad) sebagai simbol perayu. Pencitraan simbol yang distortif membuat simbol-simbol yang telah lama dikenal, menjadi tampak berbeda. Seolah-olah simbol lama itu dintensifkan dengan distorsi dan penggayaan. Disini kita bisa melihat dalam teks yang dibangun oleh Gatot tidak hanya merujuk pada referensi atau peristiwa atau kejadian-kejadian yang menjadi acuan, namun penggayaan dalam teks karya Gatot membuka kemungkinan terbentangnya sebuah horison dari dunia baru yang dibangunnya sendiri.(Syarifuddin - Exhibition Curator)