| "untitled" - release |
|
“untitled” Pameran Seni Rupa Tanpa Judul Kurator: Agung Hujatnikajennong 7 – 31 November 2008 Selasar Sunaryo Art Space Jl. Bukit Pakar Timur No. 100 Bandung Dalam dunia modern, prinsip otonomi seni sebagai suatu ideologi—ditambah lagi dengan tuntutan hidup masyarakat kapitalis—telah menciptakan kesenjangan dan marjinalisasi di antara para praktisi seni. Sebagai sebuah kategori sosial, istilah ‘seniman’ atau ‘perupa’ identik dengan keprofesian orang-orang yang memiliki dan menerapkan kecakapan dan pengetahuan khusus, yakni seni rupa saja. Para seniman yang juga melakukan dan menekuni pekerjaan “non-seni rupa” seringkali dianggap “bukan seniman”, ataupun “seniman yang tidak serius”, dan oleh karena itu menempati posisi yang inferior di mata kritikus, kurator maupun institusi seni. Hari-hari ini istilah “seniman” (artist) atau “perupa” (visual artist) di Indonesia menjadi semakin bergengsi karena perkembangan aspek-aspek ekonomi seni di era kapitalisme mutakhir yang turut membentuk persepsi umum tentang seniman sebagai kategori keprofesian yang khusus dan mapan. Sebagai salah satu dampak dari hal itu pula, pencapaian artistik seseorang kemudian secara salah kaprah cenderung diukur dari reputasi dan profesinya sebagai ‘seniman full-time’. Padahal, dalam kenyataan, tak sedikit seniman-seniman di Indonesia yang bekerja di bidang ‘non-seni rupa’ tapi juga mempraktikkan seni rupa sebagai suatu pekerjaan serius. Pameran ini menampilkan karya-karya para seniman “paruh-waktu”—desainer fesyen dan interior, musisi, kritikus musik, editor majalah—yang kali ini berupaya menjelajahi berbagai kemungkinan ekspresi personal untuk keluar dari rutinitas dunia industri. Secara lebih khusus, pameran ini juga memilih seniman-seniman yang memang punya kaitan dengan budaya populer maupun sub-kultur urban di bandung pada akhir 90-an. Karya-karya yang tampil memperlihatkan pendekatan terhadap praktik seni yang cenderung tidak berjarak dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus merepresentasikan gambaran kehidupan ‘seniman-seniman urban’ yang mempraktikkan seni secara santai dan bebas, tanpa beban. Judul ‘untitled’ yang dipilih kali ini menunjukkan upaya untuk melepaskan diri dari berbagai klaim tentang kategori seni dan posisi mereka dalam kancah seni rupa di Indonesia. “untitled” menampilkan karya-karya: Anugerah Pratama, Arian13, Baihaqi Hasan, David St. Tarigan, Dewi Aditya, Duto Hardono, Satria NB, Sir Dandy, Syagini Ratnawulan, Unkl D, dan R. Yuki Agriardi Pameran dibuka oleh Ade Darmawan (direktur ruangrupa) pada hari Jumat 7 november 2008 pukul 19.00 di Selasar Sunaryo Art Space, jalan Bukit Pakar Timur no.100 Bandung 40198. Telp / Fax: 022 – 2507939 / 2516508. Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Website: www.selasarsunaryo.com. Kontak: Sally Texania (08886273966) atau Agung Hujatnikajennong (081320009990). |