Studio Akanoma (berkolaborasi dengan Ciliwung Merdeka)

Tim Arsitek:
Yu Sing, Ismail Solehudin, Benyamin Narkan – Mahasiswa Magang: Ayu Ramona, Fesa Syalma, Rendianto Agustinus Purwanto, Vania Okkyputri.

Studio Arsitektur Akanoma (akar anomali) ingin agar arsitektur dapat melayani semua kalangan. Praksis karya-karyanya berakar kepada konteks lokasi, dalam hal ini Indonesia yang bhineka, yang senantiasa berupaya membangun kembali interdependensi antara alam-budaya dengan arsitektur.  Studio Akanoma memiliki pendekatan arsitektur ramah lingkungan yang terjangkau, serta pengembangan pemikiran dan desain wisata ekologis yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku demi katalisator bumi yang lestari.

Judul Karya:
Kampung (Susun) Kota – 2016

Dimensi:
(3,60 x 3,16 x 4,60) m

Konsep Karya:
Perspektif pembangunan sering dipersepsikan sebatas gedung-gedung vertikal yang kenyataannya tak fleksibel menyikapi cara hidup khas masyarakat kita: cenderung mempertahankan tradisi ngariung laiknya di kampung. Realitas urban perkotaan kita adalah kumpulan kampung warga menengah ke bawah yang kerap luput dari pembangunan adil dan merata. Tak heran, isu sosial kontemporer urban pun identik dengan perebutan hak bermukim. Penggusuran pun menjadi cara aparatur membangun. Kampung (susun) Kota hendak memproposisikan ulang kampung, menskalakan nilai atau tradisi kekeluargaan dan perikehidupan khas masyarakat kita pada tatanan arsitektural yang vertikal.

© 2004 - 2019 Selasar Sunaryo Art Space